Saya bingung beberapa hal, setelah mendapati gabungan berikut :
the dream team
Saya menduga maksud yang diinginkan penulis adalah “tim impian“. Pertanyaan saya, bukankah “dream” adalah kata benda? Kenapa dipakai sebagai sifat?
Menurut saya itu sebaiknya menjadi “dreamed team” atau “dreamt team“, tapi saya ragu dengan pandangan saya, soalnya apa saya benar, karena seolah-olah saya menyatakan kata benda itu tidak bisa menyifati, saya tambah ragu setelah mengingat frasa dalam bahasa indo seperti “batu gunung“, dll
Jika ternyata “the dream team” benar, dan anggapan saya, yaitu “the dreamed team” atau “the dreamt team” juga benar. Lalu adakah konteks masing-masing dari mereka dalam penggunaannya?
Help me please, and thank you, Sir
ardi baru
ANSWER:
Good question. Selain ada kata sifat murni (e.g. beautiful, smart, sweet, etc.), kata kerja dan kata benda juga dapat difungsikan sebagai kata sifat. Kata DREAM, yang lebih kita pahami sebagai kata kerja dan kata benda, juga merupakan dan kata sifat murni. Dalam frasa “the dream team“, kata dream adalah kata sifat murni.
- I dreamed of you last night. (sebagai verb)
- I have a dream. (sebagai noun). Btw. Lagunya siapa ini?
- Everyone wants to be a part of the dream team. (sebagai adjective).
“the dreamed team” (American English) atau ”the dreamt team” (British English) dan “the dreaming team” juga bisa digunakan tapi kalau secara inplisit ada action-nya, misalnya, sbb:
Lionel Messy dreamed to be a part of the Barcelona team. To accomplish his dream, he worked very hard. And, we all know now that he has accomplished his dream to be a part of his dreamed team.
Di konteks ini, Barcelona adalah team yang diimpikan oleh Messy. Sekarang bandingkan dengan yang berikut:
The Real Madrid tried hard to get Christiano Ronaldo and Kaka. It really wanted them to be a part of the team. And, we all know now that both Christiano Ronaldo and Kaka play for their dreaming team.
Di konteks ini, Real Madrid adalah team yang mengimpikan Ronaldo dan Kaka.
Contoh lain:
In one occasion, someone stabbed someone else. One policeman took the stabbing guy to the police station to get interrogated, while the other policeman took the stabbed guy to hospital to get treatment.
Di konteks ini, the stabbing guy = pria yang menikam tersebut, sedangkan the stabbed guy = pria yang ditikam tersebut. Kalau masih bingung, silakan baca dulu Penggunaan Verbs sebagai Adjectives.
Penggunaan nouns sebagai adjective tidak rumit. Yang perlu diingat di sini adalah noun tersebut tidak pernah dalam bentuk plural, seperti disinggung di topik Penggunaan Nouns sebagai Adjectives.