Perbedaan Penggunaan May be dan Maybe
May adalah modal auxiliary yang berarti: boleh/diijinkan dan mungkin. Jika diikuti oleh verb, maka verbnya harus dalam bentuk simple form (verb1 tanpa -s atau -es; kata kerja dasar).
- You may go now. (Kamu boleh pergi sekarang).
- Andi may meet me tomorrow. (Andi mungkin menjumpai saya besok.)
- She may forgive you. (Dia mungkin memaafkanmu).
Tetapi jika diikuti oleh adjective atau noun (i.e. tidak diikuti oleh verb), maka dibutuhkan be sehingga menjadi verb phrase may be. Penggunaan may be ini sama dengan penggunaan can be = will be = must be.
Sebaliknya, maybe adalah adverb (kata keterangan) yang artinya sama dengan perhaps= probably= possibly (= mungkin). Dan, tentu saja, penggunaan maybe sama dengan penggunaan perhaps = possibly= probably.
Perhatikan contoh kalimat dengan may be berikut:
- She may be sick. (Dia mungkin sakit)
- He may be in trouble. (Dia mungkin dalam masalah).
- Susanna may not be allowed to go to the party. (Susana mungkin tidak diijinkan pergi ke pesta itu).
- I may be here again next week. (Aku mungkin di sini lagi minggu depan).
- She may not be at your party tonight. (Dia mungkin tidak ada di pestamu malam ini).
Sekarang bandingkan dengan contoh kalimat dengan maybe berikut:
- She is maybe sick = She is sick, maybe. (Dia mungkin sakit). Perhatikan: kalimat ini membutuhkan to be is.
- He is maybe in trouble. = Maybe she is in trouble. (Dia mungkin dalam masalah). Juga menggunakan to be is.
- Maybe Susanna will not be allowed to go to the party. (Mungkin Susanna tidak akan diijinkan pergi ke pesta itu).
- I will be here again next week, maybe. (Aku akan di sini lagi minggu depan, mungkin).
- Maybe she won’t be at your party tonight. (Mungkin dia tidak akan ada di pestamu malam ini).
Note:
1. May be tidak boleh ditempatkan di awal kalimat dan di akhir kalimat karena dia adalah verb phrase. Sebaliknya, maybe dapat ditempatkan di awal, di tengah dan di akhir kalimat karena dia adalah adverb.
2. May be digunakan dengan mengikuti pola berikut:
|
Subject + may be + adjective/noun + …
Subject + may be + verb1+ing + … |
- I may be at home at 7 tonight. (Aku mungkin di rumah jam 7 malam ini).
- Nani and Nunung may not be at school tomorrow. (Nani dan Nunung mungkin tidak ada di sekolah besok). Perhatikan: NOT ditempatkan setelah may.
- Yusuf is unusually quiet. He may be bored. Yusuh tidak biasanya diam. Dia mungkin merasa bosan).
- They may be playing football now. (Mereka mungkin sedang main bola sekarang).
Sedangkan maybe dapat digunakan untuk semua tensis. Hal ini akan tampak jelas jika maybe diletakkan diawal kalimat atau di akhir kalimat.
- Maybe Jeny was sick last night. (Mungkin Jeni sakit tadi malam).
- Maybe they have already gone by now. (Mungkin mereka telah pergi sekarang).
- Maybe he had gone somewhere else before he went to your house. (Mungkin dia telah pergi ke tempat lain sebelum dia pergi ke rumahmu).
- Julie looks pale. Maybe she didn’t sleep well last night. (Julie tampak pucat. Mungkin dia tidak tidur nyenyak tadi malam).
- They are maybe playing football now. (Mereka mungkin sedang main bola sekarang).
15 Responses to “Perbedaan Penggunaan May be dan Maybe”
Adjective Clause adjective clauses Adjectives as...as as well as Common Irregular Verbs comparisons Conditionals conjunctions Contoh soal Conversations determiners gerunds get gotta if clause indirect speech Infinitives Kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris kalimat perbandingan kata depan kata kerja komponen kalimat Modifier (Keterangan) None Noun Clauses nouns object Object Kalimat (Complement) Past Future Perfect Continuous Tense Past Perfect Tense plural Practice prepositional phrase prepositions Present Perfect Continuous (Progressive) Tense Present Perfect Tense present tense pronouns Relative pronouns Simple Past Tense Simple Present Tense singular subject subject-verb agreement Subject kalimat Tensis the same...as unreal conditionals Verbs
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.



bagaimana dengan kata might
thanks
Jafar Madina
Pada tulisan di atas, saya kelupaan ngetik “dst”. Maaf.
Selain “can”, “will”, “must”, semua modal auxiliary lainnya (termasuk might) dapat diikuti oleh “be”, tetapi tidak dapat digunakan untuk membentuk adverb dan tidak boleh digabung penulisanya, seperti halnya pada “maybe”.
Telah dihapus karena sama dengan pertanyaan di bawah ini.
Bagaimana pengguanaan dalam bahasa inggris pada kalimat “alangkah baiknya jika……” atau “alangkah lebih baik apabila…..”
terima kasih
Jafar Madina
Untuk mengekspresikan :”alangkah baiknya jika” atau “alangkah lebih baik apabila” dapat digunakan kata dan phrase berikut:
better…. if, will be better….that/if, atau would be better….that/if
Contoh:
1. It is better if you start studying now (Alangkah baiknya/akan lebih baik jika kamu mulai belajar sekarang).
2. It will be better if you don’t visit her tonight. (Alangkah baiknya/akan lebih baik jika kamu tidak mengunjunginya malam ini).
3. It would be better that you stop smoking (alangkah baiknya/akan lebih baik jika kamu berhenti merokok).
NB. Ada contoh kalimat Indonesianya, Jafar?
Bagaimana dengan kalimat “tidak seperti”
Untuk mengekspresikan “tidak seperti”, dapat digunakan:
not like atau unlike.
Contoh:
1. We are not like monkeys. We don’t look like monkeys either. (Kita tidak seperti monyet. Wajah kita juga tidak seperti (wajah) monyet).
2. What he does now is not like what he said during his campaigns. (Apa yang dia lakukan sekarang tidak seperti apa yang dia katakan di kampanye-kampanyenya).
3. Unlike our heroes who willingly sacrificed themselves for the Indonesian independence, Dayus Tambunan is one of the many examples of how much we, Indonesian people, have lost our heroic nationalism. (Tidak seperti pahlawan-pahlawan kita yang rela mengorbankan dirinya demi kemerdekaan Indonesia, Dayus Tambunan adalah salah satu dari banyak contoh betapa jauhnya kita, orang-orang Indonesia, telah kehilangan jiwa nasionalisme).
NB. Alangkah baiknya jika Jafar memberikan contoh kalimat (at least dalam bahasa Indonesia) agar kita dapat saling koreksi. Bagaimana Englishnya ya?
ok. makasih…contoh kalimat seperti dibawah ini
Alangkah baiknya jika situs ini dilengkapi dengan fasilitas rekaman suara seperti situs2 lain (www.english-test.net)karena selain bisa menguasai grammar juga bisa menguasai pronunciation dan juga bisa berkomunikasi satu sama lain
It would be much better if this site is also supplemented with speaking and listening comprehension materials and applications as found on other sites (e.g. http://www.english-test.net). These will enable us not only to comprehend the English grammar and pronunciation but also to communicate with each other.
Great suggestion, Jafar. Thanks. It’s already been on my to-do list, however, it will take time to achieve this because I have no intention to just copy-paste other blogs’ materials.
…as on other sites…..
apakah artinya ….seperti situs lain……
bolehkan di ganti menjadi
…like other sites….
boleh.
mengapa mas tidak menggunakan kalimat yang kedua?
Inilah seninya bahasa. Banyak jalan menuju Roma. So, dalam berkomunikasi in English, kalau macet di jalan yang satu, gunakan jalan yang lain, sehingga komunikasi terus dapat berlangsung.
halo mas…mau nanya lagi nih mudah2an mas tdk bosan dengan semua pertanyaan saya ini
tolong ditranslate ya kalimat dibawah
“saya di minta untuk mengklik……”
ok thanks…
Don’t worry! Malahan saya senang kok
. Tapi maklumi jika tanggapan saya kadang-kadang lama, yang mungkin karena ada kesibukan lain, koneksi internet lelet, listrik padam, dll.
1. MINTA = ask = tell. Karena berawalan di, yaitu menjadi DIMINTA, maka konteksnya adalah dalam kalimat pasif.
2. Tensis apa yang tepat digunakan?
Karena action dari verb DIMINTA adalah in the past, yaitu sebelum Jafar Madina menulis comment ini, maka tensis yang tepat digunakan adalah simple past tense.
I was asked to click…
atau:
I was told to click….
3. Tapi, jika misalnya Jafar Madina ingin mengekspresikan SUDAH/TELAH (atau lengapnya: SUDAH/TELAH DIMINTA), maka kalimatnya dituliskan dalam pola present perfect tense:
I have been asked to click….
atau:
I have been told to click….
NOTE: Kalimat di poin 3 ini hanyalah memberi gambaran bahwa kita dapat menulis kalimat dalam berbagai tensis, asalkan sesuai dengan konteks yang ingin kita sampaikan. Tapi jika konteksnya adalah seperti yang Jafa Madina tuliskan, maka kalimat di poin 2 lah yang benar.