Pada umumnya, benda dapat dinyatakan kuantitasnya dengan ‘satu’ untuk singular nouns (benda tunggal), dan ‘dua’, ‘tiga’, ‘empat’, ‘seribu’, dan seterusnya untuk plural nouns. (benda jamak). Karena dapat dihitung jumlahnya, maka disebut countable nouns. Tulisan ini membahas penggunaan a dan an pada singular nouns, penggunaan –s dan –es pada plural nouns, irregular plural nouns, nouns yang selalu plural, dan plural nouns yang berasal dari bahasa Latin.
Contoh:
- I only have a pen but Anita has more than five different pens. (Aku hanya punya satu pulpen, tapi Anita punya lebih dari 5 pulpen yang berbeda).
- There are many books and pencils on the library desks. (Ada begitu banyak buku dan pensil di atas meja perpustakaan).
- I have two volleyballs. (Saya punya dua bola volley).
- In the past, women had to be at home most of the time. (Dulu, perempuan-perempuan harus berada di rumah).
- I need a new pair of jeans. (Saya butuh sepasang jeans baru).
- Soybean nodules contain many Rhizobia. (Bintil-bintil kedelai mengandung banyak bakteri Rhizobium).
Singular and Plural Noun
Benda tunggal disebut singular noun (misalnya: a book, a pencil, an hour, an ox, a child, etc), sedangkan benda jamak (jumlahnya lebih dari satu) disebut plural noun (misalnya: two books, two pencils, three hours, ten oxen, many children, etc). Kalau diperhatikan, article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ digunakan sebelum singular noun, sedangkan suffix (akhiran) ‘ s ‘ atau ‘ es‘ ditambahkan pada plural noun.
A. Penggunaan article a dan an
Article ‘a’ dan ‘an‘ digunakan untuk menyatakan bahwa jumlah benda adalah satu (singular). Kapan kita gunakan article ‘ a ‘ dan kapan kita gunakan ‘ an ‘ ?
1. Article ‘ a ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi konsonan (tak hidup), sedangkan article ‘ an ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi vokal (hidup). !!! Ingat: Penggunaan kedua article ini tergantung pada pelafalan (pronunciation) di bagian awal dari noun tersebut, bukan tergantung pada tulisan/hurufnya. Ini dimaksudkan agar dalam speaking, lidah lebih nyaman (tidak kelu) dalam mengucapkannya.
Contoh :
| · a cat · a tree · a house · a door · a knife · a flower · a bookshelf · a leaf · a box · a uniform ( u dibaca yu) · a university (u dibaca yu) · a union (u dibaca yu) | · an umbrella (u dibaca a) · an angel (seorang bidadari) · an angle (sebuah sudut) · an heir (h tidak dilafalkan) · an hour (h tidak dilafalkan) · an honor (h tidak dilafalkan) · an orange · an apple · an egg · an elephant · an ox · an artist |
Note: umbrella dibaca: ambrela. Sekarang baca dengan cepat: an umbrella dan bandingkan dengan a umbrella ! Penggunaan article mana yang lebih enak dan terasa nyambung (tidak kelu) di lidah? An umbrella, bukan?
University dibaca : yuniversiti. Sekarang baca dengan cepat: an university dan bandingkan dengan a university ! Penggunaan article mana yang lebih enak dan terasa nyambung (tidak kelu) di lidah? A university, bukan?
Nah, di sinilah pentingnya mengetahui pelafalan/pengucapan kata-kata bahasa Inggris, sebab dengan mengetahui pelafalannya anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menggunakan article a dan an.
2. Jika merupakan noun phrase, penggunaan article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ tergantung pada pelafalan kata pertama dari noun phrase tersebut. Gunakan ‘ an ‘ jika berbunyi vokal, dan ‘ a ‘ jika berbunyi konsonan.
| · an orange · an hour · a sharp knife · an orange flower · an old bookshelf · a beautiful house | · a sour orange · a boring hour · an old sharp knife · a fragrant flower · a cheap old bookshelf · an expensive beautiful house |
3. Ketika mengeja sebuah huruf, gunakan article an pada huruf-huruf berikut: a, e, f, h, l, m, n, o, r , s, dan x. Begitu juga ketika menyebut sebuah singkatan. Yang perlu diperhatikan adalah pelafalan huruf pertama dari singkatan tersebut. (Lihat contoh 1-3).
Contoh:
- He is a Federal Bureau of Investigation agent. atau He is an FBI agent.
- A landslide just destroyed a whole village last night. “What is tanah longsor in English ?” tanya seorang guru TK. Karena tidak ada yang menjawab, she then gave a clue. “The word starts with an l”. Oh, saya tahu bu guru, landslide.
- I just got an SMS from someone I don’t know.
- A sweet cat is climbing a tall tree. (Seekor kucing yang manis sedang memanjat sebuah pohon tinggi).
- There are a sour orange, a cheap apple, and a rotten egg in the fridge. (Ada satu jeruk kecut, satu apel murah, dan satu telur busuk di dalam kulkas).
- I wish I lived in an expensive house. (Saya berharap, saya tinggal di sebuah rumah yang mahal).
- This afternoon, my mother and Yeyes are going to go to the market to buy an umbrella, a knife, some potatoes and tomatoes. (Sore ini, ibuku dan Yeyes akan pergi ke pasar untuk membeli sebuah payung, sebuah pisau, beberapa kentang dan beberapa tomat).
B. Penggunaan -s dan -es
Plural noun pada umumnya dibentuk dengan menambahkan huruf ‘ s ‘ atau ‘ es ‘ di belakang noun tersebut.
1. Penggunaan -s.
Sebagian besar plural nouns dalam bahasa Inggris dibentuk dengan menambahan huruf s.
Contoh :
|
Singular |
Plural |
|
|
Karena plural noun dengan menambahkan huruf s jumlahnya sangat banyak, maka yang perlu kita hafalkan/pahami adalah plural noun yang diimbuhi -es, seperti yang kita bahas berikut ini.
2. Penggunaan -es
Penambahan -es dilakukan jika noun diakhiri oleh huruf o, y, f, x, th, s, sh, ch, z. (Note: Rule ini juga berlaku untuk verb).
a. Nouns berakhiran o.
Nouns yang berakhiran dengan huruf o dibuat plural dengan mengimbuhi -es. Rule ini berlaku jika sebelum huruf o ini adalah konsonan.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
Perkecualian. Walaupun berakhiran huruf o dan didahului oleh konsonan, bentuk plural nouns berikut adalah dengan menambahkan -s:
|
Singular |
Plural |
|
|
Dan, jika nouns berakhiran huruf o dan didahului oleh huruf hidup (vowel), bentuk pluralnya juga dengan menambahkan -s:
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
b. Nouns berakhiran y
Plural nouns yang diakhiri oleh huruf y dibentuk dengan menambahkan -es, jika huruf y ini didahului oleh konsonan. Perhatikan bahwa dalam bentuk plural, huruf y berubah menjadi i.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
Tetapi, jika sebelum huruf y ini adalah huruf hidup (vowel), maka bentuk pluralnya adalah dengan menambahkan -s.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
c. Nouns berakhiran f dan fe.
Jika noun diakhiri oleh huruf f, bentuk pluralnya adalah dengan menambahkan -es dan huruf f-nya berubah menjadi v. Tetapi, jika berakhiran dengan fe, bentuk pluralnya adalah dengan menambhakan–s dan huruf f-nya juga berubah menjadi v.
|
Singular |
Plural |
|
|
Note: Penulisan leaves (daun) = singular verb leaves (pergi/berangkat). Perhatikan contoh kalimat berikut:
- After Daniel leaves Canada this coming November for good, he will miss the view of colorful leaves of the Canadian autumn. (Setelah Daniel meninggalkan Kanada bulan November yang akan datang ini untuk selamanya, dia akan merindukan pemandangan warna-warninya dedaunan saat Kanada musim gugur).
Pada nouns berikut, bentuk pluralnya adalah hanya dengan menambahkan –s, dan dan huruf f-nya TIDAK berubah menjadi v:
|
Singular |
Plural |
|
|
d. Nouns berakhiran ch
Plural nouns yang diakhiri oleh ch dibentuk dengan menambahkan –es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
e. Nouns berakhiran s
Plural nouns yang diakhiri oleh huruf s dibentuk dengan menambahkan –es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
f. Nouns berakhiran sh
Plural nouns yang diakhiri oleh sh dibentuk dengan menambahkan –es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
g. Nouns berakhiran x
Plural nouns yang diakhiri oleh x dibentuk dengan menambahkan –es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
h. Nouns berakhiran z
Plural nouns yang diakhiri oleh z dibentuk dengan menambahkan –es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
i. Nouns berakhiran th
|
Singular |
Plural |
|
|
C. Irregular Plural Nouns
Tidak semua plural countable nouns dibentuk dengan menambahkan ‘s’ atau ‘es’. Beberapa noun memiliki bentuk plural yang sangat berbeda dengan bentuk singular-nya, dan nouns seperti ini disebut irregular plural nouns. Hafalkan bentuk plural dari irregular countable nouns berikut!.
|
Singular |
Plural |
|
|
D. Nouns yang selalu dalam bentuk plural
Berikut adalah noun yang selalu dalam bentuk plural. Penulisannya juga selalu ditambahkan -s atau es.
Contoh:
|
|
Noun di atas selalu dalam bentuk plural karena merupakan unit-unit yang masing-masing terdiri dari dua bagian yang berpasangan (sepasang).
Contoh:
- The scissors are in the drawer. You can take them by yourself. (Guntingnya ada di dalam laci. Kamu dapat mengambilnya sendiri).
- Where are my jeans? I put them here an hour ago. (Dimana jean saya? Saya menaruhnya di sini sejam yang lalu).
- I bought shoes that were on sale yesterday. (Saya membeli sepatu yang lagi diskout (diobral) kemarin).
- Your glasses have to be replaced. They are beyond repair. (Kacamatamu harus diganti. Kacamatamu sudah tidak dapat diperbaiki lagi ).
Untuk menyatakan nouns ini dalam bentuk singular, kita dapat gunakan phrase : ‘a pair of‘ (yang artinya: sepasang) dan menempatkannya di depan noun tersebut. Jika phrase ini digunakan, verb yang mengikutinya berubah menjadi singular. Kata ganti juga berubah dari they/them menjadi it.
Contoh:
- The pair of scissors is in the drawer. You can take it by yourself. (Sepasang gunting itu ada di dalam laci. Kamu dapat mengambilnya sendiri).
- Pass me a pair of pliers that is on the table. I need it to pull some nails out of the board. (Ambilkan saya sepasang tang yang ada di atas meja itu. Saya membutuhkannya (sepasang tang itu) untuk mencabut beberapa paku dari papan).
- I bought a pair of shoes that was on sale yesterday. (Saya membeli sepasang sepatu yang lagi diobral kemarin).
- Your pair of glasses has to be replaced. It is beyond repair. (Sepasang kacamatamu harus diganti. Sepasang kacamatamu itu sudah tidak dapat diperbaiki lagi).
Perhatikan: Karena digunakannnya phrase ‘a pair of’, to be dan verb pada kalimat di atas berubah dari plural (i.e. are, were, have to) menjadi singular (i.e. is, was, has to), sedangkan they dan them berubah menjadi it.
E. Plural Nouns bersumber dari Bahasa Latin
Bentuk plural nouns yang diadopsi dari bahasa Latin pada umumnya mengikuti rules bahasa Latin. Berikut adalah beberapa contoh bentuk singular dan plural nouns yang diadopsi dari bahasa Latin. Perhatikan: akhiran um berubah menjadi a; on menjadi a; us menjadi i; is menjadi es.
Contoh:
|
Singular |
Plural |
|
|
24 comments
Afannany
July 18, 2009
Dear,The Author
Saya sangat berterima kasih sekali kepada pengarang, materi pelajaran yang ditampilkan disini sangat lengkap dan jelas, serta mudah di mengerti,semoga ini akan membuat daya tarik saudara-saudara ku sebangsa dan setanah air untuk lebih giat belajar bahasa Ingris , agar kita tidak ketinggalan bahkan lebih maju dari negara-negara tetangga kita yang sudah mayoritas pandai berbahasa Ingris, untuk pengarang semoga apa yang sudah ada ini bisa lebih di sempurnakan lagi di waktu yang mendatang.
Hormat saya
H.Ahmad Fannany
Palembang
Swara Bhaskara
July 19, 2009
Thanks for your compliment, sir. I’ll certainly do my best to make this simple blog better, more useful, and richer.
ayazaki
February 28, 2011
saya setuju dengan pendapat abang, saya ucapkan salut tuk SB.
imranraif09
March 1, 2010
Good Morning Mas Swara!
How are you Mas?
After reading this section. I found this Mas:
I bought shoes that were on sale yesterday.
I really did not understand the sentence’s pattern. why we should use WERE there. How about if I write like this:
I bought shoes on sale yesterday.
please, Mas give me explanation about the pattern of the sentence?
imranraif09
March 1, 2010
*an explanation. Hehehe
Swara Bhaskara
March 1, 2010
1. I bought shoes THAT WERE on sale yesterday.
2. I bought shoes on sale yesterday.
Di kalimat 1, “THAT WERE on sale” adalah sebuah adjective clause yang menerangkan “shoes”. Dalam adjective clause ini, THAT menggantikan “shoes”. Karena “on sale” adalah sebuah noun (i.e. noun phrase) maka dibutuhkan be, dan be yang tepat mengikuti “that” di sini adalah “were”. Kenapa? Karena “shoes’ yang digantikan oleh that adalah benda jamak (plural noun) dan “on sale” telah berlangsung dan berakhir in the past (i.e yesterday).
Apakah kalimat 2 juga benar?
Yes.
Adjective clause dengan pola seperti pada kalimat 1 dapat direduksi (dipendekkan) dengan menghilangkan “relative pronoun dan be”-nya. Dalam contoh ini yang dihilangkan adalah “that were”.
imranraif09
March 2, 2010
1. I love the girl that is wearing blue shirt
2. I love the girl wearing blue shirt
3. I love the girl that is white skin
4. I love the girl white skin
Please check out the sentences above whether they are right or not, Mas
Is “that” used only as relative pronoun for noun phrase?
How about these ones?
5. I love the girl that is beauty
6. I love the girl beauty
Are those 5 and 6 correct?
7. I bought shoes THAT WERE on sale yesterday.
“That” in thas case is relative pronoun of “shoes”
but, Mas, I was confused. the “Shoes” is plural form whereas the “that” is singular. why don’t we use “Those” instead of “That”?
:confused:
imranraif09
March 2, 2010
*that case* hehehe
Swara Bhaskara
March 3, 2010
Pertama-tama saya ingin meluruskan perbedaan makna kalimat kalau ditulis:
I love THE girl that is wearing THE blue shirt. (Aku sangat suka cewek yang mengenakan kemeja biru itu),
dengan:
I love girls that are wearing A blue shirt. (Aku sangat suka cewek-cewek yang mengenakan kemeja biru).
Gunakan kalimat pertama jika di depan Imran ada lebih dari satu cewek; yang satu mengenakan kemeja biru, yang satunya lagi misalnya mengenakan jaket merah, yang satunya lagi mengenakan gaun hitam, dst, dan rasa “love” Imran tertuju ke cewek yang berkemeja biru itu.
Sebaliknya, gunakan kalimat kedua jika Imran ingin mengungkapkan kesukaan terhadap cewek yang berkemeja biru walaupun pada saat dibicarakan cewek itu tidak ada di depan mata. Dengan kata lain, setiap cewek berkemeja biru tampak anggun di mata Imran.
Hayo, makna yang mana yang ingin diungkapkan? Makna 1 or 2?
Kalimat 3:
I love THE girl that is white skinned. (Aku sangat suka cewek yang berkulit putih itu).
akan berbeda makna jika ditulis:
I love girls that are white skinned. (Aku sangat suka cewek-cewek yang berkulit putih).
Apa yang membuat perbedaan makna ini? Yes, you got it right. It is because of the article “THE”.
Sekarang mari kita kembali ke kalimat 1:
I love the girl that is wearing the blue shirt.
Benarkah penggunaan “that” di kalimat ini?
Ya benar, tetapi hanya dapat digunakan dalam INFORMAL writing or speaking.
Yang lebih benar adalah:
I love the girl WHO is wearing the blue shirt.
Remember: Dalam FORMAL writing or speaking, jangan gunakan “that” untuk mengantikan orang. Silakan baca kembali topik : Penggunaan WHO, WHOM, WHOSE
Kalimat 1 di atas dapat direduksi (dipendekkan) menjadi kalimat 2 berikut:
I love the girl wearing the blue shirt.
Begitu juga dengan kalimat 3:
I love the girl that is white skinned.
akan lebih benar kalau ditulis:
I love the girl WHO is white skinned.
Perhatikan pola adjective clausenya: “relative pronoun + be + adjective”. NOTE: Pola adjective clause seperti ini hanya digunakan dalam speaking.
Dapatkah kalimat ini direduksi menjadi:
I love the girl white skinned.???
TIDAK. Jika adjective clause menggunakan pola “relative pronoun + be + adjective”, kita tidak dapat mereduksi clausenya, seperti yang dapat kita lakukan pada kalimat 1 di atas.
Kalimat 3 akan benar kalau ditulis:
I love the white skinned girl.
NOTE: Letakkan adjective di depan noun yang diterangkannya, karena bahasa Inggris menganut hukum “MD” (menerangkan diterangkan).
Atau, Kalimat ini juga dapat dinyatakan dengan menggunakan “WHOSE”, sbb:
I love the girl whose skin is white.
Sebagai relative pronoun, “that” dapat digunakan untuk membentuk “adjective clause” dan “noun clause”. Dalam adjective clause “that” pada umumnya dapat digunakan interchangeablly dengan “WHICH“, kecuali dalam non-restrictive adjective clause.
Kalimat 5 dan 6 sebaiknya ditulis:
I love the beautiful girl. (Aku sangat suka cewek yang cantik itu). “girl”-nya spesifik karena diacu oleh artikel “the”.
Atau hilangkan article “the”-nya kalau kita membicarakan “girl” secara umum”:
I love beautiful girls. (Aku sangat suka cewek-cewek cantik).
7. Sebagai relative pronoun, “that” tidak pernah dalam bentuk “those”. Dalam hal ini, hanya “that” yang dapat digunakan untuk menggantikan (mengacu) noun baik noun-nya plural, singular, maupun uncountable.
Di sini kita harus bisa membedakan “that” sebagai relative pronoun, dan “that” sebagai demonstrative (kata penunjuk), seperti telah dibahas dalam topik: This, That, These, and Those.
Perhatikan contoh kalimat berikut:
That book THAT IS under my chair belongs to me, while those books THAT ARE on the teacher’s desk belong to my classmates. (Buku itu yang ada di bawah kursiku adalah milikku, sedangkan buku-buku yang ada di atas meja guru adalah milik teman-teman kelasku).
Kalimat ini dapat direduksi menjadi:
That book under my chair belongs to me, while those on the teacher’s desk belong to my classmates.
“that” pada “that book” adalah kata penunjuk, sedangkan “that” pada “that is under my chair” dan “that are on the teacher’s desk” adalah relative pronoun. “Those” juga kata penunjuk (untuk benda jamak), bukan sebagai relative pronoun.
Moga penjelasannya bisa membantu.
However, if you’re still confused with the uses of “that”, don’t hesitate to ask me further!
imranraif09
March 3, 2010
Waow! Impressive! I love your explanation!
imranraif09
March 4, 2010
Dalam sebuah forum facebook, saya menulis lengkapnya begini:
Sebuah kalimat pada dasarnya berpola
Subject+Verb+Object
Ardi reads book
He is Ardi
Kedua kalimat diatas muda dikenali dan diterjemahkan:
Ardi membaca buku
Dia adalah Ardi
Akan tetapi kalimat akan menjadi kompleks kalo subject, yaitu Ardi, mendapat tambahan keterangan, contoh:
Ardi membaca buku
Ardi, yang duduk di kursi membaca buku
Kata yang duduk di kursi adalah keterangan saja. dalam bahasa inggris bisa dinyatakan berikut:
Ardi reads book
Ardi, who is sitting on chair reads book
atau:
Ardi, sitting on chair reads book
Tapi,Mas, peserta diskusi mempermasalahkan:
1. Penggunaan article A sebelum kata “Book”. Apakah memang “Harus” ada, Mas? Apa artinya akan berbeda, Mas antara “ada” dan “tiada”? -hehehe kaya judul lagu aja-
2. Ardi sitting on chair reads book. katanya tidak boleh dalam bentuk itu tapi harus : Ardi, who is sitting on chair reads A book
Aqu memperhatikan ulang semuanya Mas,:cry: dan memang aqu agak maklum dan menyadari sedikit hal, aqu lantas berpendapat lain tapi memilih konsultasi ke Mas dulu sebelum aqu posting, yaitu:
Calon pendapatku begini:
1. Aqu setuju dgn penggunaan article A, aqu sadar saat posting mang agak lalai soal itu :shy:
Tapi, Mas, lantas timbul pertanyaan seperti point 1 diatas.
2. Seingatku akan penjelasan Mas Swara, “Pengecualian” soal “keharusan” memakai relative pronoun hanya pada pola “Relative ponoun + be + adjective”, sementara kalimatku adalah “Present Continuous”.
Lho! aqu salah apa ya? Perasaan ayam tetangga kemarin bukan aqu curi? Hehehe…, B’canda Mas. ^^
Ya, aqu lantas sadar-bukan abis mabok ya Mas^^- bahwa model kalimat:
Ardi sitting on chair reads book.
Tidak menunjukan bentuk Present Continuous-nya, lantas aqu pikir mungkin harusnya gini:
Ardi, yang duduk di kursi membaca buku
Ardi, who is sitting on chair reads a book
atau:
Ardi, being sit on chair reads a book
Ardi, sitting on chair reads a book
dengan catatan bahwa yang berbentuk present continuous bermakna “Sedang”!
Mas, itulah calon pendapatku. aqu please pendapat dan saran dari Mas Swara…
Mas, Maaf kali ini pake bahasa Indo, soalnya cepet-2, dah mau balik karena hari ini demo ramai banget….^^
Swara Bhaskara
March 5, 2010
1. PADA UMUMNYA, sebelum countable noun (benda dapat dihitung ) harus ADA article.
Jadi kalimat tersebut seharusnya:
Ardi reads A book,
dengan catatan:
a) buku yang dibaca Ardi hanya satu; (namun, jika buku yang dibaca Ardi lebih dari satu, tambahkan -s dibelakang “book” menjadi “books”).
b) buku yang dibaca tersebut tidak diacu. Si pembicara itu sendiri tidak tahu buku apa yang dibaca, yang jelas sebuah buku.
c) Action “membaca” dilakukan secara berulang (dari dulu dan mungkin sampai ke masa depan). Setahun yang lalu membaca sebuah buku, kemarin membaca sebuah buku, sekarang baca sebuh buku, besok baca sebuah buku, dan mungkin setahun yang akan datang juga membaca sebuah buku, dan seterusnya. Bukunya pun bisa berganti-ganti, sepanjang jumlah buku yang dibaca adalah “satu”.
Makna kalimatnya adalah sama jika ditulis:
Ardi likes reading a book.
NOTE: Article A atau AN tidak dibutuhkan sebelum countable noun jika di alam semesta ini noun tersebut hanya berjumlah “satu”, misalnya: bumi, bulan, dan matahari. INCORRECT kalau kita bilang:
I am looking at a moon.
I am looking at a sun.
The astronauts are looking at an earth from a moon.
Dalam konteks ini, gunakan article “the”:
I am looking at the moon.
I am looking at the sun.
The astronauts are looking at the earth from the moon.
Jika buku yang dibaca Ardi tersebut diacu, article yang tepat digunakan adalah “THE”. Dan karena diacu, buku yang dimaksudkan adalah hanyalah buku itu. Dengan kata lain, bukunya tidak berganti-ganti; tidak seperti kalau kita gunakan “A book”.
Ardi reads THE book (Ardi membaca buku itu).
Maknanya sama dengan:
Ardi likes to read THAT book.
atau
Ardi likes reading THAT book.
Jika action “membaca” sedang dilakukan, kalimat di atas seharusnya dinyatakan dalam present continuous tense.
Ardi is reading A book. (Ardi sedang membaca sebuah buku).
2. Dalam konteks ini, adjective clause “who is sitting on THE chair” tergolong “restrictive adjective clause”. Clause ini diperlukan untuk memberitahu lawan bicara (misalnya teman dari kelas lain) bahwa orang yang bernama “Ardi” adalah orang yang sedang duduk di atas kursi itu. Kalau clause ini dihilangkan, lawan bicara akan bertanya-tanya: “yang mana ya Ardi itu?”. Nah, karena merupakan restrictive adjective clause, maka dalam penulisannya tidak membutuhkan tanda koma.
Ardi who is sitting on THE chair reads A book.
Adjective clause ini dapat direduksi dengan cara yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu dengan menghilangkan relative pronoun-nya dan merubah verb menjadi verb-ing. Karena adjective clause di kalimat di atas dalam continuous tense, atau karena verb-nya sudah dalam bentuk verb-ing, kita tidak perlu repot-repot manambahkan “-ing” lagi.
Ardi sitting on THE chair reads A book.
3. Dan, jika action “membaca” tersebut merupakan sebuah rutinitas, tambahkan adverb of frequency agar lawan bicara tidak bertanya-tanya.
Ardi sitting on THE chair reads A book once a day.
Ardi sitting on THE chair always reads A book once a day, dst.
4. Could you please provide me the link to that facebook’s discussion forum in case I’d like to check it out! Thank you. (hehehe. Kalimat perintah neh).
imranraif09
March 5, 2010
Thank you Mas. That’s so cool. ^^
The explanation has improved and strengthened my comprehension of the uses of articles. Also showed my weakness using them. :shy:
This is that link, Mas:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=340041037453&comments#!/notes/ardi-translate/private-grammar-with-my-virtual-brother-mr-imran-raif/336423543028
Also, I am begging you, Mas for being my friend at facebook network
Swara Bhaskara
March 5, 2010
link-nya salah, Imran. It doesn’t link to the topic we were discussing about.
imranraif09
March 5, 2010
Iya, Mas. Salah ternyata. Hehehe:
http://www.facebook.com/notes/ardi-translate/private-grammar-with-my-virtual-brother-mr-imran-raif/336423543028
imranraif09
March 5, 2010
Nah diatas dah bener Mas! Sorry, tadi buru-2 jadi salah copy link.. eh malah lari ke note orang lain… :shy:
imranraif09
March 5, 2010
Btw, Thank you for confirming me Mas…
imranraif09
March 3, 2010
Hehehe… After reading an article elsewhere. I,sorry Mas, come back again with question. Also I find out a similar thing in the explanation above, here it is:
Apa yang membuat perbedaan makna ini? Yes, you got it right. It is because of the article “THE”.
This substance was used to treat children whose own pituitary glands did not produce enough growth hormone because of, for example, a tumor in the gland, or perhaps because of trauma.
Questions:
Why do they use OF after BECAUSE? How about if we remove it?
Swara Bhaskara
March 3, 2010
BECAUSE vs BECAUSE OF
“because” dan “because of” sama-sama dapat digunakan untuk memberi alasan (reasoning). Tetapi, walaupun dua-duanya berarti “karena/sebab”, penggunaannya berbeda.
“Because” diikuti oleh clause:
BECAUSE + S + V
Sedangkan “because of” diikuti oleh noun atau noun phrase:
BECAUSE OF + NOUN/NOUN PHRASE
Di contoh di atas, “a tumor in the gland” adalah noun phrase, “trauma’ adalah single word noun. So, karena bukan merupakan clause, maka yang harus digunakan adalah “because of”.
Bolehkah “OF” di “because of” dihilangkan?
Ya tentu saja boleh, dengan catatan, noun atau noun phrase yang mengikutinya harus dirubah ke bentuk clause,
The glands did not produce enough growth hormone because there was a tumor in the gland, or perhaps because the person was in trauma.
Contoh lain:
I love him because he is very kind = I love him because of his kindness.
Do many tourists visit Indonesia because of our hospitality? = Do many tourists visit Indonesia because we are hospitable?
Dalam bahasa Indonesia kita sering membuat alasan seperti berikut ini”:
Adikku tidak pergi ke sekolah kemarin KARENA SAKIT.
Benarkah kalau kita terjemahkan menjadi:
My younger brother didn’t go to school yesterday BECAUSE ILL….???
imranraif09
March 4, 2010
My younger brother didn’t go to school yesterday BECAUSE ILL….???
My younger brother didn’t go to school yesterday because he was ill
My younger brother didn’t go to school yesterday because of his illness
am I right?
Swara Bhaskara
March 5, 2010
Absolutely correct. It’s a piece of cake, huh? I’m happy for you.
imranraif09
March 5, 2010
:shy: Thank you, Mas…
ikachan
April 10, 2011
Sir, is there any material of listening comprehension about kinds of text?????
Swara Bhaskara
July 20, 2011
Hi ikachan,
Sorry, I didn’t see you question. What a miss!
Yes, there are some. Please try Listening Practice Test 1 or Indonesia is a Part of Me