Practice test 6 : Simple Present vs Present Continuous
Practice test 6 ini dimaksudkan untuk menguji pemahaman anda dalam membedakan penggunaan simple present tense dengan present continuous tense. Jika anda ingin mereview terlebih dahulu perbedaan penggunaan kedua tensis ini, silakan click link berikut: Simple Present Tense vs Present Continuous Tense.
Directions
Anda diberi 10 soal yang masing-masing terdiri dari 4 opsi. Pilihlah salah satu opsi yang menurut anda merupakan kalimat yang paling benar. Mark your answer by clicking the button or the sentence you have chosen !
22 Responses to “Practice test 6 : Simple Present vs Present Continuous”
Adjective Clause adjective clauses Adjectives as...as as well as Common Irregular Verbs comparisons Conditionals conjunctions Contoh soal Conversations determiners gerunds get gotta if clause indirect speech Infinitives Kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris kalimat perbandingan kata depan kata kerja komponen kalimat Modifier (Keterangan) None Noun Clauses nouns object Object Kalimat (Complement) Past Future Perfect Continuous Tense Past Perfect Tense plural Practice prepositional phrase prepositions Present Perfect Continuous (Progressive) Tense Present Perfect Tense present tense pronouns Relative pronouns Simple Past Tense Simple Present Tense singular subject subject-verb agreement Subject kalimat Tensis the same...as unreal conditionals Verbs
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.



unbeatable for practice test 6,YES. practice practice and practice! but dont forget to learn it first
Nothing but WOW…!
YES. Practice, practice, and practice.
Horay..I get good score for this practice6,thanks for Mr swara bhaskara..atas bimbingannya..sekarang saya bisa lanjut ke pelajaran tentang past tenses,future dan perfect tensis dan mohon perbaikan apabila ada penulisan yang salah dalam kalimat english yang saya buat,
I’m glad to hear that. Congratulation.
I can answer 8 of the 10 questions correctly.. not bad.. ^__^
Could you expalain to me about question #1 & #4? I can’t answer them correctly.
#1 : Kenapa menggunakan “smoke” bukan “are smoking”? Bagaimana jika “when” diganti dengan “while”?
#4 : Menggunakan “did not” bukan “do not”. saya baru mengerti alasannya. pada waktu teacher angry, “mengerjakan homework” adalah lampau. benar tidak? ^^
Thank you..
Not bad at all, Coozee.
1. Kalimat ini mengekspresikan informasi/fakta umum bahwa penulis cerita pada umumnya merokok ketika mereka menulis (cerita). Kalimat ini tidak mengekspresikan satu aktivitas bahwa penulis cerita SEDANG merokok ketika menulis cerita, melainkan mengelspresikan aktivitas merokok ketika menulis yang dilakukan baik oleh penulis-penulis generasi terdahulu, penulis generasi sekarang maupun (mungkin) oleh penulis generasi mendatang. Oleh karena itu, kalimat ini dinyatakan dengan simple present tense.
Dalam bahasa Indonesia juga terasa janggal kalau kita gunakan kata SEDANG untuk menyatakan informasi yang bersifat umum:
Penulis-penulis cerita pada umumnya SEDANG merokok ketika menulis.
Bayi pada umumnya SEDANG menangis ketika lahir.
Guru-guru pada umumnya SEDANG berdiri ketika mengajar.
Jangal bukan?
Dan begitu juga dalam bahasa Inggris. So, jangan gunakan present continuous tense jika kita mengekspresikan aktivitas atau kejadian yang terjadi/dilakukan secara reguler dari masa lampau, sekarang hingga masa mendatang.
Most story writers smoke when writing.
Most babies cry when born.
Most teachers stand when teaching.
Dapatkah kita gunakan WHILE pada keterangan waktu di atas?
Dengan perkecualian kalimat kedua, while dapat digunakan untuk menggantikan when.
Most story writers smoke WHILE writing.
Most babies cry when born.
Most teachers stand WHILE teaching.
2. You got it.
Thank you for that great explanation..
English is so much easier now
I’m happy for you.
aku salah jawab soal no 8, cara penggunaan kata berakhiran “ly” itu gmn ya?
Kata yang berakhiran dengan -ly pada umumnya adalah adverb (kata keterangan). Adverb tipe ini pada umumnya dibentuk dengan menambahkan akhiran -ly pada adjective.
Serious (adjective) menjadi seriously (adverb)
Beautiful (adjective) menjadi beautifully (adverb)
Slow (adjective) menjadi slowly (adverb),
Careful (adjective) menjadi carefully (adverb), dst.
Penggunaan Adverbs of Manner
Adverb tipe ini digunakan untuk menerangkan verb (kata kerja) dan disebut adverb of manner karena menerangkan cara bagaimana action dari verb tersebut dilakukan.
You study English seriously.
She danced beautifully.
Most people from Solo walk slowly.
My dad always drives carefully. dst.
Kalau diterjemahkan, keempat kalimat ini menjadi:
Kamu belajar Bahasa Inggris DENGAN serius.
Dia menari DENGAN cantik.
Pada umumnya orang Solo berjalan DENGAN lambat.
Ayahku selalu mengendarai (mobil) DENGAN hati-hati.
Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua kata kerja diterangkan oleh adverb of manner. Beberapa kata kerja hanya bersifat pasif dan hanya digunakan untuk menyatakan fakta yang ada (disebut: stative verbs) atau hanya digunakan untuk menjembatani subject dengan adjective (disebut: linking verbs).
She looks SERIOUS. (Dia tampak serius).
Di kalimat ini, verb LOOK adalah linking verb, karena menjembatani antara kata SHE (subject) dengan kata SERIOUS (adjective yang menerangkan SHE). Dengan kata lain, SERIOUS tidak menerangkan LOOK tetapi menerangkan SHE.
Sekarang bandingkan dengan kalimat berikut:
She looks at her ex-boyfriend pictures SERIOUSLY everyday. (Dia menatap foto-foto bekas pacarnya DENGAN SERIUS tiap hari.
Di kalimat ini, however, kata kerja LOOK adalah kata kerja aktif, dan untuk menerangkannya digunakan adverb of manner (SERIOUSLY). Dengan kata lain, SERIOUSLY menerangkan LOOK bukan menerangkan SHE.
Masih bingung?
1. Gunakan adjective jika subjectnya TIDAK SECARA AKTIF melakukan suatu action. Anggap saja subjectnya benda tak hidup.
He smells good. (Dia tercium/baunya harum).
The rose smells fragrant. (Bungan mawar itu baunya harum).
The soup tasted delicious. (Sup itu rasanya enak).
2. Gunakan adverb jika subjectnya SECARA AKTIF melakukan suatu action. Anggap saja subject-nya manusia atau mahluk hidup.
He smells the rose slowly. (Dia mencium mawar itu DENGAN PERLAHAN).
The cheft always tastes the soup he cooks carefully before he serves it to costumers. (Koki itu selalu mencicipi (mencari tahu rasa) sup yang dia masak DENGAN HATI-HATI sebelum dia menghidangkannya kepada konsumen).
ini kali yang ke2 aq ikutan practice test 6 and hasilnya…bikin aq seneng buanget betul semua..jadi tambah semangat….
Good for you, Lisa.
baru pertama nyoba dapet nilai 7,,
salah nomor 4,5,8
nomor 4 must be B cos:past so we didn’t
tapi kan ada usually la tu gimana pak?
nomor 5 must be C cos:what are so jawabnya pasti I am
nomor 10 must be A cos:2 keyword look at and yhey both
isn’t correct?
Tanggapan berikut khusus untuk soal no. 4. Untuk soal no 5 & 8 sudah dipahami kan?
Opsi B. Perhatikan clause “when we do not doing our homework”. Clause ini meaningless karena verb phrase-nya (i.e. yang digaris-bawahi) strukturnya salah. “do not” seharusnya diikuti oleh verb1; dalam clause ini seharusnya “do”, bukan “doing”. So, clause yang benar adalah “when we do not do our homework”, seperti di opsi C. Tetapi kenapa opsi C juga salah? Dan kenapa opsi A yang benar?
Murid seharusnya mengerjakan PR di rumah atau di mana saja sepanjang sebelum pelajaran dimulai atau sebelum waktu yang ditentukan oleh guru, bukan? Di kalimat ini, action “mengerjakan PR” atau “tidak mengerjakan PR” terjadi sebelum guru “becomes mad”. Oleh karena itu, clause ini lebih tepat dinyatakan dalam simple past tense, seperti di Opsi A. Adverb “always” di sini hanya menerangkan verb “become” yang dinyatakan dalam simple present tense, dan tidak terkait dengan sub-clause “when we did not do our homework” yang dinyatakan dalam simple past tense.
Contoh lain:
I always remember when, where and how we met for the first time. (Aku selalu ingat kapan, dimana dan bagaimana kita berjumpa pertama kali).
Adverb “always” di main clause “I always remember” yang dinyatakan dalam simple present tense ini, juga tidak terkait dengan sub clause “when, where and how we met for the first time” yang dinyatakan dalam simple past tense.
Sub clause tentu saja dapat dalam simple present tense, seperti di kalimat berikut:
I am always happy every time I meet you. (Aku selalu happy setiap kali aku bertemu kamu).
Di kalimat ini, timing dari main caluse ”I am always happy” dan sub clause “every time I meet you” terjadi dalam waktu yang bersamaan, yang dua-duanya merupakan reguleritas di present time.
saya tunggu causative have nya oke
Maaf bisa dijelasin pembahasan u/ soal no. 10
Knp jawabannya A? Makasih sebelumnya.
ERROR terletak pada kata-kata yang digaris-bawahi berikut:
B. Dany and Danu is listening a rock song. The song is sounding so loud that I can listen to it from here.
C. Dany and Danu are hearing a rock song. The song is sounding so loud that I can hear it from here.
D. Dany and Danu is listening to a rock song. The song sounds so loud that I can listen to it from here.
ALASAN:
1. Bentuk be yang benar adalah ARE karena subject Dani and Danu adalah jamak, yang dapat digantikan dengan subject pronoun they.
2. Verb sound tergolong stative verb; Penggunaannya dalam bentuk progressive (i.e. is sounding, are sounding, was sounding, will be sounding, dst) harus dihindari. Dan karena merupakan stative verb, di kalimat ini sound diikuti oleh bentuk adjective loud,bukan bentuk adverbnya (loudly).
3. Hear vs listen to. Gunakan stative verb hear (mendengar) kalau subjectnya tidak aktif (tidak sengaja) mendengarkan atau menggunakan indera pendengarannya. Dalam hal ini, suaralah yang datang, kemudian tertangkap oleh telinga. Dan karena merupakan stative verb, jangan menggunakannya dalam progressive tenses. Sebaliknya, kalau subjectnya aktif (dengan sengaja) menggunakan telinganya untuk mendengarkan, barulah digunakan verb listen, dan jangan lupa menambahkan preposition TO jika diikuti oleh object.
4. Makna kalimatnya adalah “Dany dan Danu sedang mendengarkan sebuah lagu rock. Lagu tersebut terdengar begitu nyaring (keras) sehingga aku dapat mendengarnya dari sini).
yay! 8..
sir. can u please explain to me why the answer is D.
i thought the answer is C ..
Her son is being sick. She feels sad. : putranya sedang sakit dan dia merasa sedih
Her son is sick. She feels sad : putranya sakit dan dia merasa sedih
Di kalimat “Her son is sick” secara implisit sudah terkandung makna “sedang sakit“. IS adalah stative verb (verb yang bersifat pasif). Sebagai stative verb, IS tidak digunakan dalam progressive tense, so “being” tidak diperlukan. Kalau ditambahkan “being” makna kalimatnya berubah menjadi ” Her son sedang berupaya sakit/berupaya tampak sakit“.
Agar perbedaannya lebih terasa, perhatikan contoh berikut:
He is not sick. He is just being sick. (Dia tidak sakit. Dia hanya sedang berpura-pura/berlagak sakit).
You are not stupid. You are just being stupid, aren’t you?. (Kamu tidak bodoh. Kamu hanya sedang berlagak bodoh, bukan?)
Silakan baca kembali Simple Present Tense vs Present Continuous Tense..
Jika tanggapannya masih belum ngena, jangan sungkan nanya balik.
NOTE FOR YOUR WRITING:
Tulisannya mantap. Tapi akan perfect, kalau is di “…the answer is C ..” diganti dengan “was“, agar sequence dengan “I thought“:
I thought the answer was C ..
so, being means pretending/berpura-pura in progressive tense? :O
i am being sick : aku sedang berpura-pura sakit ..?
ohh .. i understood
thanks anyways sir
Thanks anyway? Or “Thanks” aja?
“Thanks anyway” digunakan kalau kita berterima kasih kepada seseorang walaupun kita tidak dapat any help dari orang tersebut.
A. Can I borrow several bucks from you, please?
B. Sorry, I am broke myself.
A. No problem. Thanks anyway.
ok